Bagaimana Hukum Memanjangkan Kuku Dalam Islam Bagi Wanita Muslimah?

Pada dasarnya sejak masih kecil kita sudah diajarkan untuk hidup lebih sehat dan bersih, salah satunya adalah dengan rajin memotong kuku. Sebenarnya kuku panjang dalam Islam dan tidak bersih bisa memberi dampak buruk, tidak hanya bagi kesehatan dirinya sendiri, akan tetapi juga bisa membuat wudhu menjadi tidak sah.

Imam Nawawi Rahimahullah memberikan penjelasannya bahwa “Seandainya dibawah kuku terdapat kotoran, tetapi masih membuat air tentang anggota wudhu sebab kotorannya hanya secuil, maka wudhunya sah. Tetapi demikian, apabila kotoran tersebut malah menghalangi kulit terkena air, maka wudhunya jadi tidak sah”.

Oleh sebab itu, dalam ajaran agama Islam seseorang dianjurkan untuk memotong kuku pada saat kuku sudah mulai panjang. Apalagi dalam Islam, hukum memotong kuku adalah bagian dari sunnah fitrah. Lantas, bagaimana hukumnya memanjangkan kuku dalam Islam bagi wanita muslimah? Melalui laman IslamExplored.org berikut ini akan kami informasikan kepada Anda tentang hukum memanjangkan kuku lebih lengkapnya.

Hukum Memanjangkan Kuku Dalam Islam Bagi Wanita Muslimah

Banyak sekali ulama yang berpendapat bahwasannya hukum memanjakan kuku dalam Islam bagi wanita muslimah atau pun pria sebetulnya makruh. Tetapi demikian, beberapa riwayat juga ada yang mengatakan bahwa memanjakan kuku tidak boleh. Sebab, seperti yang sudah kami singgung di atas, Islam mengajarkan dan menganjurkan agar kita memotong kuku pada saat kuku sudah mulai panjang.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kuku panjang lebih dari 40 hari, bahkan tidak hanya kuku saja, tetapi juga kumis, rambut di ketiak, atau pun rambut di kemaluan”. Dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata, bahwa “Kami sebenarnya tidak diberi tenggat waktu untuk memotong kuku, kumis, dan rambut ketiak serta mencukur rambut di kemaluan, yakni hendaknya tidak dibiarkan lebih dari 40 hari”. HR. Muslim.

Bahkan sebagian ulama juga melarang keras atau mengharamkan kuku yang dibiarkan panjang lebih dari 40 hari. Pendapat yang demikian ini dipilih oleh Imam Asy Syaukani dalam Nailul Author. Selain itu, Imam Nawawi Rahimahullah juga menerangkan bahwa ada kondisi yang penting sekali untuk diperhatikan tentang batasan waktu memotong kuku, atau pun sunnah fitrah yang lain, mengingat masing – masing orang memiliki kondisi yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Nah, itulah tadi sekilas informasi yang bisa kami bagikan tentang hukum memanjangkan kuku dalam Islam bagi wanita muslimah. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *