Demi Euro 2020, Apa yang Harus Giroud Lakukan?

Gol cepat Vadim Rata di menit kesembilan mengejutkan tuan rumah Prancis pada laga kualifikasi Euro 2020, Jumat (15/11). Seolah tak ingin mempermalukan dirinya di hadapan penggemarnya, Raphael Varane menyamakan kedudukan pada menit ke-35. Menurut CloverQQ menjelang akhir pertandingan, pada menit ke-79, Prancis mendapat hadiah penalti. Juara bertahan Piala Dunia itu berhasil membalikkan posisi Olivier Giroud.

Giroud berhasil menjadi prajurit Prancis saat mengalahkan Moldova di Stade de France. Namun, nama Giroud sebenarnya jarang terdengar di level klub karena bukan pilihan pertama Frank Lampard di Chelsea. Selama musim ini, pemain berusia 33 tahun itu hanya mendapat 211 menit bermain dalam enam pertandingan di semua kompetisi. Berbeda dengan peluangnya bermain untuk Chelsea, Giroud masih menjadi pilihan utama Didier Deschamps di timnas Prancis dengan lima penampilan dalam enam pertandingan terakhirnya.

Memang, kedatangan Lampard membuat perbedaan bagi Giroud. Musim lalu, di bawah asuhan Maurizio Sarri, Giroud memainkan peran melempar bola sambil menunggu lebih banyak pemain kreatif seperti Eden Hazard dan Willian datang dan mengambil bola. Di bawah Lampard, penyerang Chelsea harus lebih energik dan mampu menciptakan kemungkinan sendiri. Lebih lanjut, tekanan dan intensitas tinggi yang diterapkan oleh Lampard tidak cocok bahkan untuk Giroud yang tidak memiliki kecepatan tinggi.

Alhasil, eks pemain Arsenal itu hanya menjadi pilihan ketiga Lampard setelah Tammy Abraham dan Michy Batshuayi. Meski begitu, Giroud sendiri merasa belum selesai.

“Apakah saya ingin meninggalkan Chelsea? Belum tentu. Tetapi jika saya harus membuat pilihan, saya masih memiliki tahun-tahun indah di depan. Saya berusia 33 tahun dan masih memiliki kaki yang kuat dan gaya hidup yang sehat. Saya juga sehat secara fisik,” saya kata. Giroud.

“Saya ingin bersenang-senang dan bermain lebih banyak. Chelsea adalah prioritas saya, tetapi jika saya harus membuat pilihan pada akhirnya, saya akan melakukannya seperti yang saya lakukan ketika saya meninggalkan Arsenal,” katanya.

Deschamps mengkritik Lampard atas apa yang dia lakukan pada Giroud. Saat itu, Lampard mengkritik keputusan Deschamps untuk mengeluarkan Kante dari pengeluaran Chelsea. Deschamps menanggapi dengan mengenali giliran Lampard di sekitar Giroud.

“Lampard meminta saya untuk tidak memilih Kante. Jika itu yang dia inginkan, saya akan menghubunginya untuk memberitahunya bahwa dia harus memainkan Olivier Giroud,” kata Deschamps pada Oktober.

Seolah tak sabar, para pemain topnya tak punya peluang, Deschamps berharap Giroud segera pindah. “Dia menderita karena kondisinya di klub. Jika dia memiliki kemampuan untuk bergerak dan mendapatkan lebih banyak waktu bermain, itu tidak masalah baginya. Dia tahu itu,” kata Deschamps.

Kekhawatiran Deschamps bisa dimaklumi karena Giroud merupakan salah satu pemain papan atas di timnas Prancis dan ia tentunya berharap Giroud tetap fit dan mempertahankan performanya hingga Euro 2020. Tak hanya Deschamps, Giroud juga mendapat dukungan dari legenda Prancis Luiz Fernandez Giroud seharusnya. meninggalkan Chelsea untuk menyelamatkan karirnya.

Giroud sendiri tetap seorang profesional. “Saya bermain bagus. Saya mengalami masa sulit. Sekarang ini bukan situasi yang ideal. Tammy bermain bagus dan sulit untuk tidak memilih striker yang bermain bagus. Saya sabar, praktis. Saya harus terus berpikir positif. Kami masih punya banyak permainan untuk dimainkan, “kata Giroud.

Meski begitu, setiap pemain pasti ingin memainkan setiap pertandingan. Tidak mudah menjadi seorang cadangan, apalagi Giroud merupakan salah satu pemain terbaik dengan banyak trofi, termasuk Piala Dunia 2018. Situasi ini telah menimbulkan banyak spekulasi di sekitarnya.

Beberapa tim mulai mengamati Giroud. Inter adalah salah satunya. Setelah Alexis Sanchez mengalami cedera serius, Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku menjadi andalan Antonio Conte di lini depan tanpa cadangan yang sama. Inter ingin merekrut Giroud untuk menjadi pilihan teratas. La Gazzetta dello Sport bahkan mengklaim Giroud memberikan lampu hijau kepada Inter.

Giroud harus mengambil keputusan yang cermat namun tetap menunjukkan profesionalisme karena masih terikat kontrak dengan Chelsea hingga akhir musim. Dengan tingkat kesulitan yang tinggi untuk mendapatkan keunggulan, pilihan Giroud adalah menyerahkan musim dingin kepada klub yang bisa memberi menit bermain lebih banyak atau terus berusaha mengubah posisi Batshuayi dan Abraham hingga akhir musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *